Berita Media
<h2><a href='#' target='_blank'>groundcheck batas areal restorasi</a></h2><p>groundcheck batas areal restorasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>kesenian-jaranan-kepang-di-ultah-pekon-pesanguan</a></h2><p>kesenian jaranan kepang di ultah pekon pesanguan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Monitoring atau Evaluasi</a></h2><p>Monitoring atau Evaluasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Pengayakan Pupuk organik agar halus</a></h2><p>Pengayakan Pupuk organik agar halus
</p><h2><a href='http://programtfcaunilapili.com/index.php/tentang-kami' target='_blank'>Plang Nama Pembibitan</a></h2><p>Plang Nama Pembibitan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Rapat anggota</a></h2><p>Rapat anggota
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Saat akan melakukan groundcheck batas areal</a></h2><p>Saat akan melakukan groundcheck batas area
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Sumber Bibit dalam Hutan</a></h2><p>Sumber Bibit dalam Hutan
</p>
поздравления с новорожденным

Membumikan Tata Kelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Sebagai unit pemangku kawasan terkecil, resor berada di barisan depan dalam pengelolaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Petugas resorlah yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan kawasan dan masyarakat sekitarnya. Untuk mampu membaca gelagat sosial, petugas resor perlu pasokan data sosial ekonomi serta bentuk interaski masyarakat dengan kawasan.

 Atas upaya bersama staf dari semua jenjang pengelolaan, kini Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan berada di ambang implementasi pengelolaan berbasis resor. Status Taman Nasional Bukit Barisan Selatan saat ini adalah memenuhi syarat prakondisi penerapan pengelolaan berbasis resor. Ini juga berarti ada pekerjaan besar ke depan untuk menyiapkan semua lini menyambut penerapan pengelolaan di tingkat tapak di Bukit Barisan Selatan.

 Kendati hanya mengantarkan Balai Besar hingga melewati prakondisi RBM, kisah dalam buku ini akan menjadi saksi kelak : apakah tata kelola di Bukit Barisan Selatan benar-benar berhulu dari lapangan. Begitu juga buku ini bakal menjadi sekeping saksi tentang cita-cita besar menerapkan penelolaan berbasis resor di tingkat nasional.

 Jika, ternyata penerapan pengelolaan berbasis resor tanpa perkembangan baru, entah di Bukit Barisan Selatan ataupun di tingkat nasional, buku ini hanya mengerjap sekejap dalam sejarah pengelolaan kawasan konservasi.

Buku ini dapat di unduh pada link dibawah ini :

https://www.dropbox.com/s/gj5uqbcttf6aizu/Buku%20TFCA.pdf?dl=0

 

Ekowisata Taman Nasional - 2

antarafoto-Ekowisata-Taman-Nasional-061214-RS-1 Seorang pengunjung melintas di sebuah fenomena alam "keramikan" di dalam kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Tropical Forest Conservation Action (TFCA) bekerja sama dengan Universitas Lampng (Unila) - Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Pili), emngembangkan ekowisata di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan (Antara Foto/Regina Safri/ama/Asf/14).

 

Sumber : http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1417868707

Pencak Silat Tradisional Lampung

antarafoto-Pencak-Silat-Tradisional-LampungDua orang pemuda melakukan seni pancak silat tradisional Lampung. Pencak silat tradisional tersebut biasanya digunakan pada acara-acara adat dengan iringan alat musik tabuh. (Antara Foto/Regina Safri/Asf/ama/14).

 

Sumber : http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1417868401

 

Ekowisata Taman Nasional

antarafoto-Ekowisata-Taman-Nasional  Seorang pengunjung merekam dengan kamera pemandangan danau di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Tropical Forest Conservation Action (TFCA) bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) - Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (Pili), mengembangkan ekowisata di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. (Antara Foto/Regina safri/ama/Asf/14).

 

Sumber : http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1417868701

Kegiatan Masyarakat Hutan Lampung

antarafoto-Masyarakat-Hutan-Lampung-Perajin penyelesaianpembuatan tahun di sentra pembuatan tahu lokal di Kawasan Hutan Bukit Barisan Selatan, Kubu Prau, Lampung Barat, Lampung. Sebaian warga Desa Kubu Prau yang tinggal di dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan mengisi hari-hari dengan membuat tahu yang dijual Rp 500 per buah dan di jual dipasar-pasar. (Antara Foto/Regina Safri/Asf/nz/14)

Sumber: http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1417853735

Komentar Anda

  • Belajar lebih dekat tentang pengelolaan berbasis resort di Model Desa Konservasi TNGHS

    Ayi setiawan
    semoga ilmu yg di dapat dapat di aplikasikan.. terimakasih untuk UNILA & PILI

    Read more...

     
  • Pelatihan Fotografi

    Ayi setiawan
    nice info

    Read more...