Cerita dari Lapangan
<h2><a href='#' target='_blank'>groundcheck batas areal restorasi</a></h2><p>groundcheck batas areal restorasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>kesenian-jaranan-kepang-di-ultah-pekon-pesanguan</a></h2><p>kesenian jaranan kepang di ultah pekon pesanguan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Monitoring atau Evaluasi</a></h2><p>Monitoring atau Evaluasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Pengayakan Pupuk organik agar halus</a></h2><p>Pengayakan Pupuk organik agar halus
</p><h2><a href='http://programtfcaunilapili.com/index.php/tentang-kami' target='_blank'>Plang Nama Pembibitan</a></h2><p>Plang Nama Pembibitan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Rapat anggota</a></h2><p>Rapat anggota
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Saat akan melakukan groundcheck batas areal</a></h2><p>Saat akan melakukan groundcheck batas area
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Sumber Bibit dalam Hutan</a></h2><p>Sumber Bibit dalam Hutan
</p>
поздравления с новорожденным

Konlik satwa ini kerap kali terjadi pada saat musim panen, khususnya di lahan tanaman padi. Biasanya Gajah-gajah tersebut berjumlah dua puluh lima dalam satu kelompok, namun kali ini sedikit berbeda hanya 15 ekor saja yang terlihat.

Homerangenya yang luas menyebabkan kedatangan gajah – gajah ini sulit untuk diprediksi. Gajah termasuk satwa nocturnal (lebih banyak beraktifitas dimalam hari). Sehingga penjagaannya pun sangat sulit, lahan yang ditanami oleh masyarakat gelap gulita. Selain itu, menurut petugas kemungkinan lahan ini sebelumnya berhutan dan awalnya merupakan habitat mereka (baca : Gajah) namun kini telah menjadi lahan pertanian. 

Masyarakat dusun Wonorejo dan Wonosari Pekon Sukaraja pun beberapa kali mengalami konflik gajah di lahan pertaniaannya. Masyarakat mengerti bahwa gajah tersebut dilindungi oleh pemerintah, sehingga untuk menghindari konflik langsung dari serangan gajah ini, masyarakat memilih tidak menanam tanaman yang memang disukai oleh gajah. Sutrisno yang merupakan Masyarakat Mitra Polhut di Resort Sukaraja Atas, mempercayai bahwa Padi-padi Gogo yang ditanam oleh masyarakat ini memancing gajah-gajah tersebut untuk mendekatinya. Padi tersebut mengeluarkan wangi-wangian yang mengarahkan Gajah pada lahan yang ditanam padi.

Bapak Dukut, Petani padi wilayah Pekon Sedayu belakangan ini dibuat resah dengan gajah – gajah yang memasuki lahan sawahnya. Gajah – gajah ini merupakan gajah mancingan, disebut gajah Mancingan karena berasal dari sungai mancingan yang mengaliri wilayah Pekon Sedayu. Bukan hanya lahan sawah milik Pak Dukut saja yang didatangi namun juga lahan pertanian lainnya milik masyarakat. Berdasarkan Polisi Kehutanan TNBBS resort Sukaraja, konflik antara gajah dan manusia sering terjadi di kawasan ini. Hal ini dikarenakan wilayah Pekon Sedayu memang berbatasan langsung dengan Kawasan TNBBS dan Hutan Lindung. Konlik satwa ini kerap kali terjadi pada saat musim panen, khususnya di lahan tanaman padi. Biasanya Gajah-gajah tersebut berjumlah dua puluh lima dalam satu kelompok, namun kali ini sedikit berbeda hanya 15 ekor saja yang terlihat.

Homerangenya yang luas menyebabkan kedatangan gajah – gajah ini sulit untuk diprediksi. Gajah termasuk satwa nocturnal (lebih banyak beraktifitas dimalam hari). Sehingga penjagaannya pun sangat sulit, lahan yang ditanami oleh masyarakat gelap gulita. Selain itu, menurut petugas kemungkinan lahan ini sebelumnya berhutan dan awalnya merupakan habitat mereka (baca : Gajah) namun kini telah menjadi lahan pertanian. 

Masyarakat dusun Wonorejo dan Wonosari Pekon Sukaraja pun beberapa kali mengalami konflik gajah di lahan pertaniaannya. Masyarakat mengerti bahwa gajah tersebut dilindungi oleh pemerintah, sehingga untuk menghindari konflik langsung dari serangan gajah ini, masyarakat memilih tidak menanam tanaman yang memang disukai oleh gajah. Sutrisno yang merupakan Masyarakat Mitra Polhut di Resort Sukaraja Atas, mempercayai bahwa Padi-padi Gogo yang ditanam oleh masyarakat ini memancing gajah-gajah tersebut untuk mendekatinya. Padi tersebut mengeluarkan wangi-wangian yang mengarahkan Gajah pada lahan yang ditanam padi.

Sumber gambar: http://forestcreator.files.wordpress.com/2010/02/gajah-sumatera.jpg 

Komentar Anda

  • Belajar lebih dekat tentang pengelolaan berbasis resort di Model Desa Konservasi TNGHS

    Ayi setiawan
    semoga ilmu yg di dapat dapat di aplikasikan.. terimakasih untuk UNILA & PILI

    Read more...

     
  • Pelatihan Fotografi

    Ayi setiawan
    nice info

    Read more...