Liputan Program
<h2><a href='#' target='_blank'>groundcheck batas areal restorasi</a></h2><p>groundcheck batas areal restorasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>kesenian-jaranan-kepang-di-ultah-pekon-pesanguan</a></h2><p>kesenian jaranan kepang di ultah pekon pesanguan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Monitoring atau Evaluasi</a></h2><p>Monitoring atau Evaluasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Pengayakan Pupuk organik agar halus</a></h2><p>Pengayakan Pupuk organik agar halus
</p><h2><a href='http://programtfcaunilapili.com/index.php/tentang-kami' target='_blank'>Plang Nama Pembibitan</a></h2><p>Plang Nama Pembibitan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Rapat anggota</a></h2><p>Rapat anggota
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Saat akan melakukan groundcheck batas areal</a></h2><p>Saat akan melakukan groundcheck batas area
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Sumber Bibit dalam Hutan</a></h2><p>Sumber Bibit dalam Hutan
</p>
поздравления с новорожденным

Krui, Lampung. Dalam fotografi, proses pentingnya adalah before klik ucap Fahd Nusyir Zairin saat membuka pelatihan dasar fotografi di Krui, Lampung. Selama tiga hari sejak 16 Juni – 18 Juni 2013, pelatihan Fotografi dilaksanakan di Krui dengan menghadirkan Fahd Nusyir Zairin dan Yoyok, nara sumber yang merupakan fotografer National Geopraphic Indonesia. Pada sesi penyampaian materi hari pertama, Yoyok menuturkan fotografi merupakan media untuk membentuk opini. Ketika foto dihasilkan, bisa dikembangkan menjadi artikel yang menampilkan sisi yang ingin ditonjolkan. Misalkan pada Taman Nasional Bukit Barisan Selatan apakah ingin menonjolkan sisi ekowisatanya, masyarakat sekitar kawasan hutan atau satwanya. Fotografi pun tidak sekeadar jepret karena harus mempelajari terlebih dahulu kondisi/perilaku objek yang akan difoto. Seorang fotografer pun harus menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat lokal.

KRUI: Kelembagaan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan kelompok masyarakat. “Negara-negara besar bisa maju karena memiliki kelembagaan yang kuat”, demikian ujar Prof. Dr. Wan Abbas Zakaria, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Guru Besar bidang Kelembagaan ketika membuka acara pertemuan dalam rangka Pembentukan Lembaga Keuangan dan Unit Bisnis Masyarakat di Tingkat Resort TNBBS yang diadakan oleh Konsorsium Unila-PILI tanggal 12-13 Maret 20013 di Aula Kecamatan Pesisir Tengah. Konsorsium Unila-PILI mengundang berbagai stakeholder terkait meliputi Kepala BPTN I Semaka, Kepala BPTN II Liwa, Dinas Kehutanan Lampung Barat, BAPPEDA Lampung Barat, Dinas Perkebunan Lampung Barat, Dinas Perdagangan Lampung Barat, Dinas Pariwisata Lampung Barat, Dinas Kehutanan Tanggamus, Dinas Pariwisata Tanggamus, Kepala Resort dan masyarakat di Resort Sukaraja, Pugung Tampak, Merpas, Balik Bukit, Biha, Way Nipah. 

Sukabumi: Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di resort Gunung Teneng secara garis besar dilakukan oleh YPPS dengan tetap melibatkan masyarakat setempat demikian penjelasan Ridwan, Kepala Resort Gunung Teneng di sela – sela kunjungan studi banding pengelolaan berbasis resort yang diikuti oleh fasilitator lapangan Konsorsium UNILA-PILI Green Network 25 – 28 Januari 2012. Selain kunjungan ke pengelolaan HHBK, fasilitator lapangan juga melihat – lihat kelembagaan mikrohidro yang ada di desa Cipeutey, Sukabumi. Dimana generator mikrohidro di desa Cipeutey memiliki daya sekitar 50 kWh, namun hanya sekitar 35 kWh saja yang dapat disalurkan ke rumah warga. Ada sekitar 300-an rumah yang memanfaatkan jasa PLTMH ini. Setiap rumah mendapat jatah pasokan listrik sebesar 100 Wh dengan membayar uang iuran Rp 25,000 setiap bulannya.

LAMPUNG: “Di tempat kami sudah pernah terbentuk beberapa kelompok masyarakat, namun sekarang sudah pada tidak aktif bu!” demikian pernyataan Susianti dari Pekon Kubu Perahu di hadapan koordinator Konsorsium Unila-PILI Dr. Christine Wulandari.

Salah satu tujuan program TFCA di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang dilaksanakan oleh Konsorsium Unila-PILI adalah pengembangan Pengelolaan Berbasis Resort (Resort Based Management- RBM). Untuk mencapai tujuan tersebut,pada tanggal 3-4 Agustus 2012 Konsorsium Unila-PILI telah melaksanakan pelatihan RBM yang dihadiri oleh Dr. Samedi (Direktur TFCA), Ir. John Kenedie, MM (Kepala Balai Besar TNBBS) beserta staf.

Komentar Anda

  • Belajar lebih dekat tentang pengelolaan berbasis resort di Model Desa Konservasi TNGHS

    Ayi setiawan
    semoga ilmu yg di dapat dapat di aplikasikan.. terimakasih untuk UNILA & PILI

    Read more...

     
  • Pelatihan Fotografi

    Ayi setiawan
    nice info

    Read more...