Liputan Program
<h2><a href='#' target='_blank'>groundcheck batas areal restorasi</a></h2><p>groundcheck batas areal restorasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>kesenian-jaranan-kepang-di-ultah-pekon-pesanguan</a></h2><p>kesenian jaranan kepang di ultah pekon pesanguan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Monitoring atau Evaluasi</a></h2><p>Monitoring atau Evaluasi
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Pengayakan Pupuk organik agar halus</a></h2><p>Pengayakan Pupuk organik agar halus
</p><h2><a href='http://programtfcaunilapili.com/index.php/tentang-kami' target='_blank'>Plang Nama Pembibitan</a></h2><p>Plang Nama Pembibitan
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Rapat anggota</a></h2><p>Rapat anggota
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Saat akan melakukan groundcheck batas areal</a></h2><p>Saat akan melakukan groundcheck batas area
</p><h2><a href='#' target='_blank'>Sumber Bibit dalam Hutan</a></h2><p>Sumber Bibit dalam Hutan
</p>
поздравления с новорожденным

Kondisi kelompok masyarakat yang bisa disebut “mati suri” tersebut bukan hanya terjadi di desanya Susianti, namun merupakan cerminan kondisi umum kelompok masyarakat yang ada di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Kondisi tersebut melatarbelakangi salah satu tujuan Program TFCA Sumatera yang dijalankan oleh Konsorsium Unila-PILI yaitu mendorong adanya kelembagaan keuangan mikro dan unit bisnis berbasis masyarakat di Tingkat Resort Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Resort yang telah dipilih berdasarkan hasil studi dan didukung oleh Balai Besar TNBBS yaitu Resort Sukaraja Atas, Resort Balik Bukit, Resort Merpas dan Resort Pugung Tampak. Sedangkan Resort Biha dan Resort Way Nipah yang juga termasuk dari keseluruhan program TFCA Sumatera akan menjadi pendukung dalam Tujuan Kegiatan ini.

Unit bisnis yang akan dibentuk adalah unit bisnis ekowisata, mikrohidro, kolam ikan dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Saat ini sebenarnya masyarakat di resort-resort tersebut telah menjalankan berbagai kegiatan ekonomi terutama di bidang pertanian. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui kegiatan yang dijalankan oleh TFCA TNBBS maka berbagai lembaga unit bisnis akan lebih efektif dibandingkan sebelumnya. Selain itu, diharapkan akan ada koordinasi yang lebih baik antara program di unit bisnis pada setiap resort dengan program Balai Besar TNBBS. Sebagai contoh, Pengelolaan ekowisata bersama masyarakat memang telah ada, yaitu di Resort Sukaraja Atas dan Resort Balik Bukit, namun bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan yang dikolaborasikan dengan Balai Besar TNBBS masih belum jelas. Artinya, diperlukan adanya pembentukan dan atau penguatan kelembagaan keuangan atau unit bisnis yang terprogram secara baik.

Masyarakat di sekitar TNBBS-pun mendukung kegiatan yang diinisiasi Konsorsium Unila-PILI. “Pembentukan kelompok sangat kami perlukan agar kegiatan masyarakat lebih terorganisir, sehingga segala permasalahan ditangani bersama-sama” ujar Andri, salah seorang pemuda dari Pekon Kubu Perahu yang lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah kerja Resort Balik Bukit TNBBS.

Sejak awal Maret 2013 Konsorsium Unila-PILI mengerahkan fasilitatornya untuk terjun langsung ke lapangan mendampingi masyarakat dalam pembentukan kelompok. Fasilitasi yang dilakukan sukses membentuk 4 embrio kelompok masyarakat di Resort Sukaraja Atas, Balik Bukit, Merpas dan Pugung Tampak. Sebanyak 5 orang warga dari setiap lokasi tersebut difasilitasi untuk menjadi calon pengurus inti kelompok. Kesetaraan gender tidak luput dari perhatian Konsorsium Unila-PILI, oleh karena itu dalam kelompok yang dibentuk dilibatkan 1-2 orang perempuan sebagai pengurus inti. “Peran perempuan sebagai pengurus kelompok sangat diperlukan, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian seperti bendahara. Perempuan biasanya lebih teliti dari pria”, demikian disampaikan Rommy Qurniati, akademisi Unila yang ikut terlibat dalam Konsorsium untuk TNBBS tersebut.

 Konsorsium Unila-PILI rencananya akan memfasilitasi cikal bakal kelompok tersebut melalui berbagai pelatihan untuk menyiapkan kelompok masyarakat yang memiliki kelembagaan yang kuat dan mandiri. (AWAY)

Sumber Gambar: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d6/Bundaran_Tugu_Adipura_Bandar_Lampung.JPG

You have no rights to post comments

Komentar Anda

  • Belajar lebih dekat tentang pengelolaan berbasis resort di Model Desa Konservasi TNGHS

    Ayi setiawan
    semoga ilmu yg di dapat dapat di aplikasikan.. terimakasih untuk UNILA & PILI

    Read more...

     
  • Pelatihan Fotografi

    Ayi setiawan
    nice info

    Read more...